Tips Sukses Mengelola Bisnis Sembako

January 31st, 2009 by klipingku Leave a reply »

Bisnis sembako merupakan sebuah usaha alternative yang banyak diminati oleh semua kalangan, mulai dari yang bermodal kecil hingga bermodal besar. Untuk mencapai kesuksesan/minimal bisa menghasilkan pemasukan tetap di butuhkan kreatifitas agar produk anda berbeda dengan yang lain. Berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat diterapkan oleh Anda yang sedang berbisnis sembako atau yang baru akan memulai bisnis sembako.

  1. Produk sembako adalah produk yang pasti dibutuhkan oleh semua orang. Ini berarti ada kebutuhan atau ada pasarnya. Sehingga Anda tidak perlu khawatir soal ada atau tidak yang membutuhkan sembako. Yang menjadi soal adalah apakah packaging produk sembako yang Anda tawarkan cukup menarik atau tidak. Maksudnya produk tersebut bisa membuat orang tertarik untuk membeli. Produk yang Bapak jual harus ‘berbeda’ kemasan, cara menjual, cara menawarkan.
  2. Tempat perlu menjadi perhatian yang utama. Untuk produk seperti sembako, biasanya konsumen cenderung mendatangi. Artinya, tempat usaha harus mudah dilihat, mudah dicapai, mudah dicari. Dan ini berarti harus dekat dengan pembeli. Jangan mencari tempat hanya karena murah, namun juga harus karena strategis. Jadi kata arti strategis di atas bermakna mudah dicari, dijangkau, dicapai dan lain-lain.
  3. Harga jual produk sangat central bagi laku atau tidaknya produk. Harga yang Anda tawarkan sebaiknya mengacu pada duo pendekatan, yaitu pendekatan produksi dan pendekatan pasar. Pendekatan produksi adalah menjual sembako dengan mengambil keuntungan di atas biaya produksi/ operasional. Sementara di sisi lain, Bapak perlu melihat harga pasaran. sebaiknya juallah dengan harga kompetitif. Jika sembako tidak dikemas atau sama dengan yang lain, maka Bapak jual saja dengan harga lebih rendah, meskipun keuntungan lebih kecil. Tetapi kalau ada kemasan menarik, jual saja lebih tinggi sedikit.
  4. Promosikan sembako Anda dengan cara getok tular. Dan hal ini hanya bisa dilakukan jika Anda selalu menjual dengan kejujuran. Saya selalu mengatakan promosikan dagangan kita dengan kejujuran, sebab hanya inilah yang dapat mendongkrak jualan kita. Jika ada dana, tidak ada salahnya mencetak brosur agar nampak lebih berbobot dan jual dengan sistem rabar atau diskon pada akhir atau awal bulan. Ini akan sangat membantu meningkatkan penjualan.
  5. Soal people. Kerap kali kita selalu menjual produk bukan menjual jasa. Padahal secara rill yang kita jual tidak hanya barang tapi sejatinya adalah jasa. Mengapa? Sebab produk yang dijual tanpa kehangatan, empati dana pelayanan yang balk, mustahil akan mendatangkan pelanggan. Buatlah agar konsumen atau pelanggan merasa dialah orang yang paling penting di mata kita.
  6. Jangan menjual produk tidak sesuai dengan janji. Ini akan membuat konsumen kabur. Oleh karena itu, sebaiknya jika kita yakin bisa memenuhi, maka berilah janji beserta buktinya. Jika tidak yakin, hemat saya janganlah membuat janji.

Sumber : halaman konsultasi bisnis, Tabloid Wanita Indonesia

Advertisement

3 comments

  1. isan says:

    saya hanya ingin sharing, bagaiman dengan usaha seperti ini
    Distribution Point

    Banner Point / Distribution Point bergerak di bidang penjualan ritel barang consumer goods (sembako/barang umum sehari-hari) di Indonesia terbukti sangat menjanjikan. Hal ini didukung oleh 2 faktor yaitu barang sembako adalah barang yang pasti diperlukan oleh setiap manusia dan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar, sekitar 230 juta orang. Hal ini menimbulkan gambaran mengapa bidang penjualan ritel untuk barang consumer goods ini selalu stabil walaupun dunia ditimpa dengan berbagai macam krisis ekonomi. Selama ini hanya 2 jenis bentuk usaha yang mengambil keuntungan di bidang ini, yaitu bentuk usaha tradisional (pasar, warung, toko kelontong tradisional, dll) dan pasar ritel modern (waralaba mini market, super market, hyper market, dll).

    Dalam perkembangan sekarang, jelas terlihat bahwa pasar ritel modern dengan modal besar di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, bahkan menjurus mematikan bentuk-bentuk usaha tradisional lain yang bercirikan modal kecil. Untuk itulah sejalan dengan semangat ekonomi kerakyatan, dalam waktu dekat akan diperkenalkan sebuah konsep usaha jenis ke 3 yang disebut dengan usaha waralaba pribadi (personal franchise).

    Konsep ini mengadopsi hampir semua keunggulan waralaba dalam usaha ritel modern, tapi dengan biaya investasi yang jauh lebih murah, bisa dilakukan oleh semua kalangan dan mempunyai potensi penghasilan yang tidak kalah dibandingkan usaha waralaba mini market yang sedang booming di Indonesia.

    WARALABA PRIBADI / PERSONAL FRANCHISE

    Konsep waralaba pribadi timbul sebagai jawaban atas tuntutan perlunya sebuah solusi bagi ekonomi kerakyatan yang mempunyai daya saing dalam menghadapi serbuan modal dari pasar ritel modern. Oleh karena itu, maka usaha waralaba pribadi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :

    * PRODUK : produk yang dijual di sini adalah produk consumer goods / sembako/ barang keperluan sehari-hari dari merk terkenal yang dibutuhkan oleh semua orang. Jumlah item barang dapat dikatakan lengkap untuk memenuhi kebutuhan primer keluarga.
    * HARGA : harga produk akan sangat kompetitif jika dibandingkan dengan pasar ritel modern. Hal ini sulit diterapkan pada usaha-usaha tradisional dikarenakan tidak tersedianya sistem yag baku. Akan tetapi waralaba pribadi telah mengadopsi sistem efisiensi distribusi barang ritel modern ditambah dengan biaya operasional yang rendah, membuat harga barang akan sangat mungkin ditekan hingga bisa bersaing di pasaran.
    * PROMOSI : promosi akan dilakukan secara nasional dan didukung oleh sistem networking yang kuat, sehingga bisa mencapai seluruh lapisan masyarakat tanpa terlalu membebani pelaku usaha.
    * LOKASI : tidak seperti usaha tradional dan sistem ritel modern yang membutuhkan lokasi strategis, bidang usaha waralaba pribadi ini tidak memerlukan tempat yang harus strategis. Bahkan rumah anda pun bisa dijadikan tempat usaha.
    * SISTEM DELIVERY : keuntungan tambahan yang diperoleh oleh konsumen adalah adanya sistem delivery atau pengantaran barang ke rumah. Survey menunjukan bahwa mayoritas penduduk perkotaan menyukai hal ini karena alasan HEMAT WAKTU, HEMAT TENAGA, HEMAT BIAYA.
    * DISKON : setiap pembelanjaan barang akan mengantarkan pelanggan berpeluang untuk mendapatkan diskon antara 2%-4% utnuk SEMUA JENIS BARANG, SELAMANYA, TANPA DIUNDI.
    * PELUANG PENGHASILAN : semua pelanggan mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan penghasilan dengan hanya memperkenalkan sistem belanja seperti ini kepada rekan atau saudara mereka. Begitu mudahnya hal ini bisa dilakukan di seluruh Indonesia, sehingga diramalkan bahwa usaha waralaba pribadi ini akan menjadi sebuah gelombang bisnis yang luar biasa dalam waktu dekat ini.
    * BIAYA INVESTASI : biaya investasi sangat rendah, bahkan jika dibandingkan dengan usaha tradisional sekalipun.

    CARA KERJA BANNER POINT (BP)

    Seorang Distribution Point (DP) bisa melakukan 2 hal dalam menjalankan usahanya yaitu membuka toko seperti pada umumnya atau cukup menjadikan tempat nya sebagai gudang stok barang.

    Sebagai gudang stok barang, maka seorang DP harus melakukan hal-hal sebagai berikut :

    * Membangun jaringan pelanggan di sekitar lokasi DP berada, di asumsikan di dalam satu lingkungan RW setempat, seorang BP akan bisa mendapatkan kurang lebih 300 KK pelanggan.
    * Membuat data base kebutuhan para keluarga pelanggan dalam satu bulan
    * Mempersiapkan barang yang dipesan oleh setiap pelanggan.
    * Mengirimkan barang yang dipesan sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

    Barang yang dibutuhkan oleh DP akan di supply oleh gudang wilayah Distribution Center (DC) setempat secara periodik.

    PERSYARATAN UNTUK MENJADI DISTRIBUTION POINT (DP)

    * Lisensi waralaba Rp 40 juta. Lisensi ini berlaku selamanya di seluruh Indonesia. Jadi seorang DP bisa melakukan usahanya di mana saja di seluruh kabupaten/kotamadya di Indonesia .
    * Memiliki seperangkat komputer dan sepeda motor untuk mengantar barang.
    * Persiapan pembelian stok barang sembako di awal senilai Rp 10 juta.

    POTENSI KEUNTUNGAN SEBAGAI DISTRIBUTION POINT

    Seorang DP akan mendapatkan keuntungan komisi sebesar kurang lebih 5,8% yang terdiri atas 3% komisi distribusi dan 2,8% komisi pemasaran.

    Potensi keuntungan seorang DP dapat dihitung sebagai berikut :

    * Diasumsikan 1 RW mempunyai 250-500 kepala keluarga (KK)
    * Seorang DP diasumsikan punya 300 KK di lingkungan RW nya sebagai pelanggan.
    * Tiap KK diasumsikan belanja sembako/kebutuhan sehari-hari nya Rp 1 juta/bulan/KK
    * Perkiraan omset seorang DP = 300 KKx Rp 1 juta/bln/KK = Rp 300 juta/bulan
    * Estimasi komisi yang didapat = Rp 300 juta x 5,8% = Rp 17,4 juta /bulan
    * Estimasi biaya operasional (gaji karyawan, bensin, dll) = Rp 3,4 juta/bulan
    * Perkiraan keuntungan bersih seorang BA adalah Rp 14 juta/bulan
    http://bannerpointritel.com/presentasi-banner-point.html

  2. didit says:

    hebat.., tapi pada intinya adalah pengembangan dari bisnis delivery. OK idenya. kok situs bannerpointritel nya ga bisa dibuka.
    kalo ga pake waralaba juga bisa sebenarnya cuman pertama buka usaha nya aga repot .. lah. karena distribusi barang belum tahu. repotnya dibayar 40 juta buat lisensinya,.

  3. didit says:

    tulis aja rencana bisnis.. nya ( detail )
    baru jalankan dengan komitmen.
    lihat selisih harga
    laba, biaya operasional
    cari distributor barang
    cari konsumen dan mendatanya.
    fokus utamakan pada penjualan jasanya.
    jika konsumen sudah merasakan kemudahan belanja maka akan pasti menjadi pelanggan tetap.

Leave a Reply