Familia: sapindaceae
Nama Lokal:
Rambutan, corogol, tundun, buwa buluwan (Jawa), rambuteun (Sumatera), barangkasa (Sulawesi), ramustan (Spanyol), shao tzu (Cina).
Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis:
Rambutan kaya kandungan kimia seperti zat besi, kalsium, karbohidrat, fosfor, lemamk, protein, dan vitamin c. Biji mengandung lemak dan polifenol. Daun mengandung saponin dan tanin. Kulit batang menagandung flavonoid, pectic substanse, saponin, tanin, dan zat besi. Kulit buah mengandung tanin dan saponin. Efek farmakologiis rambutan antara lain sebagai penurun panas (kulit buah), sedangkan biji untuk menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik).
Penyakit yang dapat diobati:
Kencing manis, demam, dan penghitam rambut beruban.
Pemanfaatan:
1. Kencing manis
Bahan: 6 biji rambutan
Cara membuat: biji rambutan dicuci bersih lalu sangrai sampai kering dan giling bahan tersebut hingga menjadi bubuk. Seduh bahan dengan satu cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus.
Cara menggunakan: minum 2 kali sehari dengan dosis yang sama.
2. Demam
Bahan: 11 buah kulit rambutan
Cara membuat: kulit rambutan dicuci bersih lalu potong kecil-kecil dan rebus bahan dengan 3 gelas air hingga airnya tersisa 1,5 gelas.
Cara menggunakan: minum 2 kali sehari masing-masing 3/4 gelas.
3. Penghitam rambut beruban
Bahan: 17 lembar daun rambutan
Cara membuat: daun rambutan dicuci bersih lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit air pada ramuan hingga menjadi bubur. Saring dan peras ramuan dengan sepotong kain. Gunakan perasan air trsebut untuk membasahi kepala. Pijat kepala hingga airnya terasa di kulit.
Cara menggunakan: lakukan setiap hari sampai berhasil.
Sumber: Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 3 (Drs. H.Arief Hariana)





