Familia: -
Nama Lokal:
Bagal tikus, tikusan (Jawa), bajetah, ki becetah (Sunda), temung (Aceh), sicerek (Minagkabau), salam koja (Jakarta).
Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis:
Mengandung saponin, flavonoid, dan tanin. Efek farmakologisnya yaitu bersifat antibiotik anti-inflamasi.
Penyakit yang dapat diobati:
Luka baru, obat cacing, diare dan disentri, demam nifas dan sakit kepala, borok usus dan masuk angin, frambusia dan borok.
Pemanfaatan:
1. Luka baru
Bahan: 5 gram daun salam koja segar
Cara membuat: bahan dicuci bersih lalu ditumbuk sampai lumat.
Cara menggunakan: tempelkan pada luka dan balut dengan kain bersih.
2. Obat cacing, diare, disentri, demam, nifas dan sakit kepala
Bahan: 9 lembar daun segar
Cara membuat: bahan dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil lalu seduh dengan 1 cangkir air mendidih.
Cara menggunakan: minum selagi hangat.
3. Borok usus dan masuk angin
Bahan: 1 jari akar sicerek
Cara membuat: bahan dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil lalu rebus dengan 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas.
Cara menggunakan: minum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
4. Frambusia dan borok
Bahan: akar yang segar (bisa juga daun atau kulit batang yang segar) secukupnya.
Cara membuat: bahan dicuci bersih, lalu ditumbuk halus.
Cara menggunakan: balurkan ramuan di bagian tubuh yang sakit.
Sumber: Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 3 (Drs. H.Arief Hariana)





